Menurut Fayakhun Andriadi komisi I sekarang
ingin berbuat lebih baik dalam masa pengabdiannya. Jangan sampai hanya menjadi
“tukang stempel” pemerintah. Tapi, bagi Fayakhun
Andriadi harus benar-benar menjadi mitra pemerintah dalam menghasilkan
sesuatu yang terbaik untuk bangsa dan negara. Karenanya, menurut Fayakhun Andriadi Komisi I membahas
setiap persoalan, secara detil, teliti, dan berorientasi pada kepentingan
bangsa dan negara secara konsisten.
Sisi Pengerjaan
Upgrade menurut Fayakhun Andriadi.
Bagi Fayakhun Andriadi komisi 1 juga
menyampaikan pemikiran : untuk memberdayakan kemampuan engineering Dalam
Negeri, bagaimana bila proses Falcon Star dan Upgrade Block, dilakukan di wilayah
Republik Indonesia? Sehingga, lanjut Fayakhun
Andriadi terjadi proses pembelajaran dan transfer of technology yang bisa
diserap oleh bangsa Indonesia. Kalau proses Falcon Star dan pelaksanaan Upgrade
sepenuhnya dilakuka di Amerika, komisi 1 menganggap tidak ada nilai lebih yang
signifikan buat industri pertahanan Dalam Negeri.
Ini bagian dari
komitmen Komisi 1, kata Fayakhun
Andriadi untuk mendukung pemberdayaan terhadap teknologi dan industri dalam
negeri dalam menuju kemandirian alutsista. Pengerjaan upgrade-nya harus
dilakukan di Indonesia dengan supervisi dari pihak produsen utama. Kami di
Komisi I mengetahui bahwa anak-bangsa kita mempunyai potensi dan kemampuan
untuk di bidang teknik perawatan dan upgrade alutsista.
Memahami
pemikiran Komisi 1, bagi Fayakhun
Andriadi anak bangsa Indonesia akan mempunyai kesempatan untuk melakukan
bongkar-pasang pesawat-pesawat F-16 tersebut. Meskipun mengerjakan barang
bekas, ilmu dan pengetahuan yang diperoleh anak bangsa tersebut merupakan aset
yang sangat berharga dalam perjalanan bangsa ke depan. Jelas itu jauh lebih
berguna bila dibandingkan : beli barang bekas, diupgrade oleh produsen
langsung, duit terbang ke negara lain, sementara bangsa sendiri tidak pernah
diberi kesempatan untuk pintar.
Jadi selain
syarat teknologi dan pembiayaan, Komisi I juga memberikan penekanan pada aspek
pengerjaan up-grade tersebut. Dalam dua kali pertemuan, menurut Fayakhun Andriadi yaitu Senin (19/09)
dan Rabu (21/9) antara pihak Pemerintah dan DPR, kesepakatan belum dicapai.
Pihak pemerintah masih akan mengkaji keinginan Komisi I, dan Komisi I juga
belum bisa menyetujui kemauan pemerintah. Pihak pemerintah yang hadir dalam
pertemuan antara lain Menhan, Wamenhan, Sekjenhan, Panglima TNI, Asrenum (Asisten Perencanaan Umum) didamping oleh
Kasau, Wakasau, dan jajaran Angkatan Udara.
Semoga informasi
deskriptif ini bermanfaat bagi masyarakat untuk memberikan masukan yang terbaik
untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar